Selasa, 26 Januari 2010

Pembobolan ATM, Terungkap

Pembobol ATM jaringan Internasional terungkap dari plat nomor polisi motor pelaku yang terekam oleh CCTV ATM BCA di Penjaringan , Jakarta Utara. Dari sindikat yang mengakibatkan kerugian Rp 500 juta itu disita 60 kartu ATM kosong.

Ke-sembilan tersangka yaitu, Yus Sunarno, ALVI, AGUS, Hendro, Alek Rusdi, Martin, Rony, Diana Susiana. Wijaya.

"Terungkapnya jaringan ini, pelaku sedang membobol ATM di Penjaringan, nomor polisi motornya terekam oleh CCTV yang ada di luar," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar yang didampingi Dirreskrimum Kombes Pol Idham Azis, saat konfrensi pers di Mapolda, Selasa (26/1/2010) sore.
Jelasnya, kasus ini terungkap berawal dari manajemen Bank BCA melaporkan adanya transaksi ilegal yang mengakibatkan kerugian hingga Rp 500 juta. Dari analisis Bank BCA tersebut pembobolan terjadi di ATM yang ada di kawasan Penjaringan Jakarta Utara.

"Dari nomor polisi motor tersebut ternyata pemiliknya bernama Yus Sunarno," ungkap Boy.

Dengan tertangkapnya Yus Sunarno, lanjutnya, polisi akhirnya menangkap delapan tersangka lainnya dari tempat yang berbeda di wilayah Jakarta.

Dalam aksinya, ujar Boy, modus yang digunakan pelaku dengan cara merekam transaksi ATM menggunakan Skimer. Salah satu tersangka Alex Rusdi bertugas sebagai menggumpul data nasabah yang telah direkam.

"Data nasabah yang terekam skimer, dikirim ke Austalia, Kanada Amerika melalui internet, setelah mendapat nomor PIN-nya dikirim kembali ke Indonesia dan dipakai juga di sana," ungkapnya.

Hinggi kini, Polda Metro Jaya sedang melakukan perburuan terhadap pelaku yang berada di Australia dan Kanada.

Wanita Jadi Korban Pembobolan ATM


Aksi pembobolan (ATM). Kali ini modusnya bukan uang yang dibobol, namun berupa transfer pulsa eletronik. Hal ini dialami seorang wanita, Jumariah, 22 tahun. Akibatnya tabungan nasabah BCA ini raib Rp 1,3 juta.

"Ada 13 kali transfernya, dia mengunakan nomor XL," ungkap Jumariah, usai melapor  ke Sentra Pelayanan Kepolisian Polda Metro Jaya, Senin (25/1).

Aksi pembobolan yang dilakukan pelaku menggunakan transfer pulsa eletronik itu terjadi sejak 9 Januari 2010 lalu, pelaku mentranfer pulsa dengan nilai Rp 100.000.

"Saya baru tau ketika mengambil uang di ATM di Cibubur, namun kok jumlah di rekening saya berkurang Rp 1,3 juta," ujar  warga Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara ini.

Namun, kata Jumariah, karena nilai kerugiannya relatif kecil, sehingga korban pun diarahkan untuk melapor ke Mapolres Jakarta Utara. "Ya, saya diarahkan ke Polres Jakarta Utara, di Polda Metro menangani kerugian di atas Rp 100 juta,"

Pengikut