Sabtu, 20 Februari 2010

Cyber Crime Polda Metro Bongkar Website Penyedia Wanita Pelacur

Maraknya transanksi wanita panggilan dengan menggunakan media internet membuat polisi harus bergerak cepat. Hasilnya, Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya (PMJ) berhasil membongkar kasus situs penyedia wanita tuna susila yang bermarkas di Jakarta Selatan, Senin (15/2/2010).

Pemilik sekaligus administrator (pengelola) situs wanita panggilan itu diringkus polisi. Dua situs yang dimaksud beralamat www.deliveryjakarta.com dan www.deddymanagement.multiply.com.

Demikian diungkapkan Kabid Humas Kombes Boy Rafli dan Kasat Cyber Crime, Winston Tommy Watuliu, pada konfrensi pers di PMJ, Senin (15/2/2010). Menurut Boy, pengelola diidentifikasi berinisial YD, berusia 33 tahun.

Tambah Boy, YD diduga menyediakan berbagai wanita dengan bermacam tarif. Untuk Anak Baru Gede, YD memasang tarif Rp. 20 Juta. "Untuk model bervariasi, tarif Rp 5 juta hingga Rp 10 Juta," ujarnya lagi.

Awalnya Cyber Crime melakukan aktivitas "cyber patrol", yakni mengunduh kedua website tersebut. Setelah itu dilakukan pendalaman dengan menginvestigasi langsung lokasi yang bersangkutan.

Menurut Boy lagi, tersangka memajang foto-foto wanita-wanita ABG dan nomor telepon yang dapat dihubungi di situs porno tersebut. Setelah itu user melakukan order kepada YD via telepon. Jika harga disepakati tersangka kemudian menyerahkan wanita dagangannya. Agar proses transanksi berjalan aman, para ABG ditaruh di suatu di Jakarta Selatan.

Atas kejahatannya itu pelaku akan dikenakan dua pasal berlapis yakni Pasal 29 KUHP tentang Percabulan dan Pasal 506 KUHP tentang Mucikari.

Peningkatan Kejahatan Jalanan Dijawab Polda Metro Dengan Operasi Brantas Jaya 2010

Meningkatnya angka kejahatan jalanan langsung ditindak lanjuti Polda Metro Jaya (PMJ) dengan Operasi Brantas Jaya 2010. Operasi yang dimulai 30 Januari hingga 20 Pebruari 2010 ini berhasil meringkus menggulung 419 preman dari 299 kasus.

Dari ke-419 preman tersebut, disita 7 senjata api (senpi) berikut 25 butir peluru, serta berbagai jenis senjata tanjam sebanyak 21 buah. Demikian diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Boy Rafli Amar, didampingi Dirkrimum Kombes Pol Idham Azis, kepada wartawan di PMJ, Selasa (16/2/2010).

"Operasi dilakukan mengingat kejahatan jalanan meningkat akhir-akhir ini," kata Boy. Dari 299 kasus kejahatan jalanan tersebut, tercatat 37 kasus terkait kejahatan pemerasan, penganiayaan berat dan pengeroyokan, 26 kasus pencopetan dan penjabretan, 16 kasus perjudian, dan 23 kasus lainnya. Kasus kejahatan terbesar adalah kejahatan pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan serta curanmor, yakni sebanyak 143 kasus .

Dari jumlah preman yang diringkus 365 ditahan, sedangkan 63 lainnya dipulangkan dan dilakukan pembinaan. Selain senpi dan senjata tajam, Polisi juga menahan 63 kendaraan bermotor, 36 handphone dan uang cash Rp 68.022.500.

Gedung Babinkam Polri Kebakaran

Gedung Babinkam Polri Peristiwa yang berada di depan kantor PLN Pusat di Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, mengalami kebakaran, Selasa (16/2/2010). Belum diketahui dengan pasti penyebab kebakaran.

Api terlihat mulai membesar di lantai dua sekitar Pukul 16.00 WIB. Asap pekat tampak juga memenuhi lantai satu. Sontak anggota kepolisian yang berada di dalam Gedung Babinkam berhamburan keluar.

Peristiwa ini langsung ditindaklanjuti petugas pemadam kebakaran dengan menerjunkan empat mobil pemadam kebakaran lengkap beserta anggotanya.

Untuk sementara ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa. Polisi dan pihak terkait masih menyelidiki penyebab kebakaran.

Sabtu, 06 Februari 2010

Polda Metro Jaya Kembali Bangun Tiga Samsat Drive Thru

Setelah sukses dengan Samsat Drive Thru di Jakarta Selatan, kini Polda Metro Jaya (PMJ) membangun kembali tiga pelayanan Samsat Drive Thrue di Jakarta Pusat, Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Terobosan ini dilakukan jajaran PMJ, khususnya Direktorat Lalu lintas, semata untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

Demikian diungkapkan Kasi BPKB Dit Lantas Polda Metro Jaya, Komisaris Pol. Indra Jafar, kepada wartawan (2/02 2010). Dengan adanya Drive Thrue ini proses pembayaran STNK tahunan akan berlangsung singkat, kira-kira lima menit. Pengemudi pun tidak harus capek-capek mengurus pembayaran STNK, karena tidak perlu harus keluar dari mobilnya.

"Loket Samsat Driver Thru ini sengaja kami buat untuk memudahkan wajib pajak yang tak memiliki waktu banyak karena kesibukan. Wajib pajak bisa membayar pajak mobil sebelum jatuh tempo," terang Indra.

Menurut Indra, bentuk pelayanan Samsat Drive Thru hanya melayani pembayaran pajak tahunan saja. Sedangkan untuk pengesahan ulang lima tahunan, wajib pajak tetap harus mengurus di kantor induk Samsat di wilayah DKI Jakarta.

Persyaratan perpanjangan STNK lewat Samsat Driver Thru adalah STNK, BPKB dan KTP asli, serta tentunya membawa mobil yang ingin didaftarkan perpanjangan pajak tahunannya.

Lanjut Indra, saat ini ketiga pembangunan Samsat Drive Thru sudah sampai tahap finising.

Rabu, 03 Februari 2010

BHD: Pengawalan Demo 28 Januari Bukti Polri Humanis

Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyatakan apa yang dilakukan anak buahnya dalam menangani demonstrasi 28 Januari adalah bukti kalau Polri humanis.

"Anak-anak saya di lapangan (anggota Polda Metro Jaya) mampu tunjukkan sikap humanis dalam pengamanan aksi unjuk rasa, ini adalah prestasi" ujar BHD dalam sambutannya dalam Apel Konsolidasi di Lapangan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Senin (01/02/2010).

Untuk itu BHD mengucapkan selamat dan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada seluruh anggota jajaran Polda Metro Jaya yang telah bersikap humanis dalam pengamanan 28 Januari lalu.

Sebelumnya diprediksi bahwa aksi demonstrasi 28 Januari 2010 akan berlansung rusuh dan anarkis. "Ternyata secara keseluruhan berlangsung aman dan damai," ujarnya.

BHD berharap prestasi ini terus dipertahankan agar tercipta situasi Kamtibmas yang semakin baik, dan dalam upaya reformasi Birokrasi Polri.

Polda Metro Bantah Razia Dubur Anak Jalanan

Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar membantah keras rumor yang menyatakan polisi akan merazia anak-anak jalanan untuk diperiksa duburnya guna memastikan apakah mereka mengalami kekerasan seksual.

Menurutnya, operasi yang sejatinya akan dilakukan sepekan lalu tidak memeriksa dubur anak jalanan, namun sekedar mencatat identitas mereka. "Tidak ada operasi semacam itu (razia dubur).Kami hanya mendata anak jalanan Ibu Kota,"kata Boy kepada wartawan, belum lama ini.

Sebelumnya, beberapa media massa menulis berita kalau polisi bekerjasama dengan Dinas Sosial akan melakukan razia anak jalanan untuk diperiksa duburnya mengingat kasus sodomi yang dilakukan tersangka pembunuh berantai Baekuni alias Babe.

Mengenai tujuan pendataan menurut Boy adalah sekedar untuk mengetahui seberapa besar anak yang butuh perhatian pemerintah. Proses pendataan akan didukung Dinas Sosial Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pendataan akan dilakukan di lima wilayah di Jakarta khususnya tempat-tempat yang biasa dijadikan lokasi berkumpulnya anak-anak jalanan.

Pengikut